Bahaya Narkoba

BPHNTV-Jakarta, Sudah bukan menjadi rahasia lagi, peredaran narkotika sudah menjadi ancaman serius bagi kehidupan bangsa. Target tidak lagi ditujukan untuk usia remaja, bahkan anak baru gede (ABG) menjadi sasaran empuk bisnis haram narkotika. 
 
Menyikapi gejala yang sangat mengkhawatirkan tersebut, Pusat Penyuluhan Hukum Badan Pembinaan Hukum Nasional Kementerian Hukum dan HAM kembali melakukan kerja sama dengan Polsek Kramat Jati menggelar sosialisasi anti narkoba di SMPN 50 Jakarta.

Aiptu Joko Sriyono, narasumber yang dihadirkan mengatakan, narkoba adalah sejenis zat terlarang untuk dikonsumsi. “Singkatannya dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif berbahaya lainnya,” katanya. Jika dimasukan dalam tubuh manusia, baik secara oral/diminum, dihirup, maupun disuntik, dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang. Narkoba dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi) fisik dan psikologis. 

“Salah satu jenis dari narkoba yang mudah didapatkan oleh generasi muda saat ini ialah Ganja atau lebih akrab dengan sebutan Cimeng,” ungkapnya. Dirinya menguraikan, ganja atau cimeng tersebut mudah didapatkan karena barang tersebut merupakan hasil produk dalam negeri. Seseorang yang telah kecanduan dengan narkoba umumnya menjadi gelap mata, segala cara di lakukan demi terpenuhi kebutuhannya akan barang-barang tersebut, seperti menjual barang-barang, bahkan uang sekolah pun dipakai.

Kanit Narkoba Polsek Kramat jati ini menegaskan, ada konsekuensi hukum yang harus diperhatikan bila seseorang terkait dengan narkoba. Bagi seseorang yang menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I dalam bentuk tanaman, bisa dipidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun. Hukuman diberlakukan tidak hanya pidana kurungan saja tetapi ada juga pidana denda minimal 800 juta rupiah dan maksimal 8 miliar rupiah. 
 
“Apabila beratnya melebihi satu kilogram atau melebihi lima batang pohon, maka pelaku akan dipidana penjara seumur hidup atau pidana penjara minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun serta pidana denda maksimal, ditambah 1/3 (sepertiga),” tutur Joko.
Kepada siswa sekolah, Joko mengharapkan agar narkoba dijauhi. Dirinya berpesan agar jangan pernah mencoba-coba. Karena sekali mencoba, susah hidup dibuatnya...
Sumber : http://bphntv.bphn.go.id/

Indonesia bisa sejahtera tanpa membuat rakyat sengsara

Indonesia bisa sejahtera tanpa membuat rakyat sengsara !
“Gemah ripah loh  jinawi” itulah Indonesia. Indonesia merupakan negeri yang kaya akan Sumber Daya Alam. “ Tanam tongkat tumbuh singkong”  inilah beberapa ungkapan untuk negeri tercinta Indonesia. SDA yang terkandung di perut bumi Indonesia melimpah ruah dari Sabang sampai dengan Merauke, salah satunya adalah kekayaan akan pertambangan seperti Minyak bumi, Batu bara, Emas, Bauksit, Besi, Nikel, Timah, Tembaga, Marmer dan masih banyak lagi SDA yang Allah anugerahkan di Bumi Indonesia ini.

Dengan fakta kondisi alam Indonesia di atas maka sangat tidak masuk akal jika negeri ini mengalami kenaikan BBM atau bahkan kelangkaan BBM.  Malah seharusnya seluruh rakyat Indonesia dapat menikmati dengan mudah dan gratis hasil daripada SDA tersebut, bukan malah diberikan kepada Asing. Contohnya saja Freeport yang merupakan tambang emas terbesar di Indonesia kini telah dicaplok oleh asing, belum lagi tambang batu bara yang ada di Kalimantan yang kini juga dicaplok oleh asing dan masih banyak lagi fakta yang serupa. Sementara itu, kondisi rakyat Indonesia terbalik 180 derajat dari kekayaan negerinya. Di tengah limpahan batu bara di kalimantan , rakyatnya tidak dapat menikmati penerangan secara merata, di kilauan emas freeport papua, rakyatnya banyak menderita kelaparan. Sungguh miris.


Hal ini terjadi karena saat ini indonesia telah berjalan dalam sistem yang kapitalis-liberalis. Maka tak aneh jika didapati fakta demikian. Kekayaan alam Indonesia membuat mata penjuru dunia melirik akan kepotensialannya. Begitu juga mata-mata para kolonialisme-imperialisme. Jika dahulu dijajah secara fisik , sekarang Indonesia dijajah secara mental dan pemikiran. Jika dahulu dijajah oleh Asing, saat ini dijajah oleh Asing dan Bangsa sendiri. 


SDA Indonesia yang melimpah pada dasarnya sangat mendukung kelangsungan pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan di Indonesia. Indonesia dapat sejahtera secara nyata apabila meninggalkan sistem kapitalis yang saat ini sedang digandrungi oleh sebagian besar negeri-negeri di dunia. Pemerintah dapat memanfaatkan SDA yang telah ada untuk dikelola oleh negara dan hasilnya diberikan sebesar-besarnya kepada rakyat dan meminimalisasi adanya barang-barang impor. 

Namun, hal ini hanya akan menjadi teori beku  jika tidak direalisasikan dalam kehidupan. Pemerintah harus mulai membenahi kebobrokan sistem yang saat ini ada dan membangun generasi-generasi muda yang berkompeten , cerdas, dan sebagai ujung tombak perubahan. Tentu hal ini harus didukung dari tataran pendidikan yang berkualitas. Dilihat dari mutu pendidikan Indonesia saat ini yang masih dibawah standar, sangatlah besar kemungkinan melahirkan generasi-generasi yang kurang berkompeten. Maka pemerintah harus mulai meimikirkan nasib pemuda di masa yang akan datang dengan memberikan kelayakan pendidikan secara merata karena masih banyak didapati jutaan rakyat Indonesia yang belum dapat mengenyam pendidikan yang seharusnya menjadi haknya. Karena pada dasarnya  pemanfaatan SDA tentu harus didukung pula dengan kualitas SDM yang ada.
 

Most Reading

Ads 200x200

Ads 200x200
Medika Herbal - Lampung
Diberdayakan oleh Blogger.